
Air terjun di Bali dengan akses mudah menjadi salah satu destinasi wisata alam yang paling banyak dicari wisatawan. Bali memang identik dengan pantai dan budaya, tapi di balik hamparan sawah dan perbukitannya tersembunyi puluhan air terjun yang indah dan menyegarkan.
Tidak semua air terjun di Bali membutuhkan trek panjang atau kondisi fisik prima untuk mencapainya. Daftar berikut ini dipilih berdasarkan kemudahan akses, keindahan lokasi, dan pengalaman yang bisa Anda dapatkan di setiap destinasi.
Tips Sebelum Mengunjungi Air Terjun di Bali yang Mudah Diakses
Kunjungi di pagi hari antara pukul 08.00 hingga 10.00 untuk kondisi paling sepi dan cahaya foto terbaik. Bawa pakaian ganti karena hampir semua air terjun memiliki kolam alami yang menggiurkan untuk berendam. Gunakan alas kaki yang tidak licin karena jalur menuju air terjun sering basah dan berbatu. Simpan barang elektronik di dalam tas anti air atau plastik zipper untuk menghindari percikan air. Siapkan uang tunai untuk tiket masuk dan parkir karena sebagian besar lokasi belum menerima pembayaran digital.
Air Terjun Tegenungan
Tegenungan Waterfall terletak di Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 15 meter dengan debit air yang cukup besar, dikelilingi hutan hijau dan tebing batu yang menambah keindahan pemandangan.
Tegenungan adalah salah satu air terjun di Bali dengan akses mudah dari kawasan wisata utama Bali. Dari pusat kota Denpasar atau Ubud hanya butuh sekitar 30 menit berkendara. Tersedia area parkir yang luas, tangga menuju air terjun, dan berbagai warung di sekitar lokasi.
Lokasi: Desa Kemenuh, Gianyar
Akses: Mudah, parkir tersedia langsung di lokasi
Aktivitas: Berenang, foto, menikmati pijat air di bawah air terjun
Air Terjun Kanto Lampo
Kanto Lampo Waterfall terletak di Desa Beng, Kecamatan Gianyar, sekitar 30 km dari Denpasar. Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 15 meter dengan debit air yang cukup deras.
Keunikan Kanto Lampo adalah bentuknya yang melebar dengan air mengalir di atas susunan batu datar yang membentuk pola alami seperti tangga. Ini menjadikannya salah satu spot foto paling populer di Bali saat ini. Untuk mencapai lokasi, pengunjung hanya perlu berjalan kaki sekitar 10 menit dari tempat parkir.
Lokasi: Desa Beng, Gianyar
Tiket masuk: Rp 15.000 per orang
Jam buka: 08.00 hingga 18.00
Air Terjun Tibumana
Tibumana Waterfall terletak di Desa Apuan, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli, sekitar 30 km dari Denpasar. Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 15 meter dengan debit air yang cukup deras, dikelilingi pepohonan hijau dan bebatuan yang menambah keindahan suasana.
Tempat ini cocok untuk wisatawan yang menginginkan suasana sejuk dan tenang tanpa perlu menempuh jalur trekking yang berat. Akses menuju air terjun cukup mudah dan nyaman dengan tangga dan jembatan kayu yang sudah disediakan. Tiket masuknya Rp 15.000 per orang.
Lokasi: Desa Apuan, Bangli
Tiket masuk: Rp 15.000 per orang
Aktivitas: Berenang, foto, bersantai di tepi air terjun
Air Terjun Tukad Cepung
Tukad Cepung Waterfall adalah salah satu air terjun di Bali dengan akses mudah. Air terjun unik ini terletak di bawah gua hutan di Desa Tembuku, Kabupaten Bangli, sekitar 40 menit berkendara dari Ubud. Untuk mencapai air terjun ini, Anda harus berjalan kaki selama 15 menit melewati tangga, sungai dangkal, dan bebatuan.
Daya tarik utama Tukad Cepung adalah cahaya matahari yang masuk melalui celah gua dari atas dan menciptakan efek sinar alami yang dramatis. Momen ini paling spektakuler saat siang hari ketika sinar matahari paling terang. Datanglah antara pukul 10.00 hingga 12.00 untuk hasil foto terbaik.
Lokasi: Desa Tembuku, Bangli
Waktu terbaik: Pukul 10.00 hingga 12.00
Aktivitas: Foto dengan efek cahaya dramatis
Air Terjun Blangsinga
Blangsinga Waterfall terletak di Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, sekitar 30 km dari pusat kota Denpasar. Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 15 meter, dikelilingi pepohonan hijau yang rindang, dan memiliki kolam alami untuk berenang.
Blangsinga sering dikombinasikan dengan kunjungan ke Tegenungan karena jaraknya yang berdekatan. Untuk mencapai air terjun, Anda perlu menuruni sekitar 100 anak tangga yang cukup curam, namun perjalanan ini terbayar dengan pemandangan indah dan suasana sejuk di sekitar air terjun.
Lokasi: Desa Saba, Gianyar
Kombinasi ideal: Kunjungi bersama Tegenungan dalam satu hari
Aktivitas: Berenang, foto
Air Terjun Suwat
Suwat Waterfall terletak di Desa Guwang, Kecamatan Sukawati, sekitar 30 km dari Denpasar. Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 15 meter dengan aliran air yang melewati dua gua sehingga tampilannya semakin eksotis.
Suwat adalah pilihan bagus untuk wisatawan yang ingin menghindari keramaian. Lokasinya tidak sepopuler Tegenungan sehingga suasananya lebih tenang dan Anda bisa menikmati air terjun dengan lebih leluasa. Kolam alami di bawah air terjun juga cukup dalam untuk berenang.
Lokasi: Desa Guwang, Gianyar
Keunggulan: Lebih sepi dari air terjun lain di Gianyar
Aktivitas: Berendam, foto, bersantai
Air Terjun Banyumala
Banyumala Waterfall terletak di Desa Wanagiri, Kabupaten Buleleng, sekitar 45 menit dari Bedugul. Air terjun ini memiliki keindahan memesona dengan air yang mengalir seperti tirai dari bebatuan dan membentuk kolam alami yang jernih dan segar. Akses menuju lokasi cukup mudah dengan jalur berjalan kaki sekitar 10 hingga 15 menit dari tempat parkir.
Banyumala sering disebut sebagai salah satu air terjun tersembunyi paling indah di Bali. Kolam airnya sangat jernih dengan warna biru kehijauan yang memukau. Tiket masuk Rp 30.000 per orang, cukup terjangkau untuk pengalaman yang didapat.
Lokasi: Desa Wanagiri, Buleleng
Tiket masuk: Rp 30.000 per orang
Aktivitas: Berenang di kolam alami, foto
Air Terjun Sumampan
Sumampan Waterfall terletak di Desa Sumampan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, sekitar 30 km dari Denpasar. Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 15 meter dengan lingkungan sekitar yang penuh pepohonan hijau dan bebatuan. Fasilitas di sini cukup lengkap dengan tempat parkir, toilet, warung, dan gazebo.
Sumampan menjadi pilihan yang sangat praktis karena fasilitasnya lebih lengkap dibanding air terjun lain yang kurang dikembangkan. Cocok untuk kunjungan keluarga dengan anak-anak karena akses dan fasilitas pendukungnya memadai.
Lokasi: Desa Sumampan, Gianyar
Fasilitas: Parkir, toilet, warung, gazebo
Aktivitas: Berenang, foto, piknik
Air Terjun Aling-Aling
Aling-aling Waterfall terletak di Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 35 meter, dikelilingi pepohonan hijau, dan memiliki kolam alami untuk berenang atau melompat dari tebing. Ada beberapa spot lompatan dari ketinggian 5 meter hingga 16 meter. Untuk mencapai lokasi, pengunjung perlu berjalan kaki sekitar 15 menit dari tempat parkir.
Aling-aling menjadi favorit wisatawan yang mencari pengalaman lebih dari sekadar foto. Aktivitas cliff jumping di sini terbilang aman karena diawasi pemandu lokal dan kolam di bawahnya cukup dalam. Tersedia paket trekking yang menggabungkan beberapa air terjun di sekitar Sambangan dalam satu hari.
Lokasi: Desa Sambangan, Buleleng
Keunggulan: Spot cliff jumping terbaik di Bali
Aktivitas: Cliff jumping, berenang, trekking multi air terjun
Air Terjun Gitgit
Gitgit Waterfall terletak di Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, sekitar 10 km dari Singaraja. Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 35 meter dan termasuk salah satu air terjun tertinggi di Bali. Lingkungan sekitar yang penuh pepohonan hijau menambah keindahan pemandangan dan menghadirkan suasana yang asri.
Gitgit adalah salah satu air terjun paling terkenal di Bali Utara dan sering masuk dalam paket wisata satu hari ke kawasan Bedugul dan Singaraja. Jalur menuju air terjun melewati jalan setapak yang rapi dengan pemandangan pedesaan Bali yang menenangkan.
Lokasi: Desa Gitgit, Buleleng
Kombinasi ideal: Kunjungi bersama Bedugul dan Danau Beratan
Aktivitas: Berenang, foto, jalan-jalan di sekitar kawasan
Perbandingan Singkat 10 Air Terjun
Tegenungan: Paling mudah dijangkau, 30 menit dari Ubud dan Denpasar
Kanto Lampo: Spot foto paling populer, unik dengan bentuk bertingkat
Tibumana: Tenang dan nyaman, tangga sudah tersedia
Tukad Cepung: Unik dengan efek cahaya dramatis, kunjungi siang hari
Blangsinga: Bagus dikombinasikan dengan Tegenungan
Suwat: Lebih sepi, dua gua alami yang eksotis
Banyumala: Kolam paling jernih di antara semua, tiket terjangkau
Sumampan: Fasilitas terlengkap, cocok untuk keluarga
Aling-Aling: Terbaik untuk cliff jumping dan petualangan
Gitgit: Paling mudah di Bali Utara, tinggi dan dramatis
Jelajahi Air Terjun di Bali Lebih Mudah dengan Kendaraan yang Tepat
Sebagian besar air terjun dalam daftar ini berada di kawasan Gianyar, Bangli, dan Buleleng yang bisa dijangkau dalam satu atau dua hari perjalanan dari Denpasar. Tapi tanpa kendaraan pribadi, mobilitas Anda sangat terbatas karena tidak ada transportasi umum yang menjangkau lokasi-lokasi ini.
Bali Mutia Rental menyediakan berbagai pilihan armada untuk perjalanan wisata alam Anda di Bali. Toyota Avanza dan Suzuki Ertiga untuk perjalanan 2 hingga 7 orang yang efisien, Kijang Innova Zenix untuk kenyamanan lebih di perjalanan panjang, hingga Pajero Sport dan Fortuner untuk rute yang melewati jalur pegunungan dan medan yang lebih bervariasi.
Tersedia pilihan lepas kunci maupun dengan sopir berpengalaman yang hafal rute menuju berbagai destinasi wisata alam di seluruh Bali. Gratis antar jemput untuk area Seminyak, Kuta, Legian, dan Bandara Ngurah Rai.
Hubungi Bali Mutia Rental sekarang untuk cek ketersediaan dan rencanakan itinerary wisata air terjun Bali Anda dari awal hingga akhir.







